Kamis, 09 Mei 2019

SOFTSKILL [PENGANTAR TEKNOLOGI GAME] - TUGAS 3




Pengertian Dari Game Berbasis Jaringan Atau Game Online

Seiring dengan perkembangan teknologi, inovasi yang terus menerus, mengakibatkan banyak muncul game komputer yang menyediakan fasilitas untuk dapat bermain dalam suatu jaringan komputer (network). Fasilitas jaringan komputer (network) memungkinkan game dapat dimainkan oleh beberapa orang sekaligus dengan menggunakan beberapa buah komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya. Game Online atau sering disebut Online Games adalah sebuah permainan (games) yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet).

Sejarah Dan Perkembangan Game Online

Perkembangan game online sendiri tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan computer itu sendiri. Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan computer yang dahulunya berskala kecil (small local network) sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. Games Online saat ini tidaklah sama seperti ketika games online diperkenalkan untuk pertama kalinya. Pada saat muncul pertama kalinya tahun 1960, computer hanya bisa dipakai untuk 2 orang saja untuk bermain game. Lalu muncullah computer dengan kemampuan time-sharing sehingga pemain yang bisa memainkan game tersebut bisa lebih banyak dan tidak harus berada di suatu ruangan yang sama (Multiplayer Games).

Lalu pada tahun 1970 ketika muncul jaringan computer berbasis paket (packet based computer networking), jaringan computer tidak hanya sebatas LAN saja tetapi sudah mencakup WAN dan menjadi Internet. Game online pertama kali muncul kebanyakan adalah game-game simulasi perang ataupun pesawat yang dipakai untuk kepentingan militer yang akhirnya dilepas lalu dikomersialkan, game-game ini kemudian menginspirasi game-game yang lain muncul dan berkembang. Pada tahun 2001 adalah puncak dari demam dotcom, sehingga penyebaran informasi mengenai game online semakin cepat.

Tipe-Tipe Game Online Dan Contohnya

1. First Person Shooter(FPS), sesuai judulnya game ini mengambil pandangan orang pertama pada gamenya sehingga seolah-olah kita sendiri yang berada dalam game tersebut, kebanyakan game ini mengambil setting peperangan dengan senjata-senjata militer (di indonesia game jenis ini sering disebut game tembak-tembakan).


Contohnya adalah Counter-Strike (disingkat CS) adalah Video Game bergenere first person shooter (FPS) yang merupakan modifikasi dari Game Half-Life oleh Minh “Gooseman” Le dan Jess “Cliffe” Cliffe. CS (Counter Strke) dimana game ini dapat kita mainkan bukan hanya bermain sendiri, tapi bahkan dapat kita mainkan beramai ramai dengan teman-teman via jaringan lokal (LAN) hingga online yang beda lokasi negara ataupun benua yang baermain secara realtime bersamaan.

2. Real-Time Strategy, merupakan game yang permainannya menekankan kepada kehebatan strategi pemainnya, biasanya pemain memainkan tidak hanya 1 karakter saja akan tetapi banyak karakter.


DOTA merupakan singkatan dari Defense of the Ancient, yang mana Game DotA adalah sebuah map permainan yang masuk kategori strategi namun bergenre game 


RPG (Role Playing Games yaitu sebuah permainan yang para pemainnya memainkan satu peran tokoh) sehingga game ini lebih berfokus pada cara memainkan satu tokoh hero saja yang dikembangkan menjadi lebih kuat (Character building).Konsep permainan DotA adalah bernuansa peperangan antar dua suku atau kubu yang saling bermusuhan yaitu kubu Scourge dan kubu Sentinel. Kedua kubu tersebut akan diberikan masing-masing 5 hero sebagai pemain yang akan saling berperang untuk menyerang dan mempertahankan wilayah mereka.

3. Cross-Platform Online, merupakan game yang dapat dimainkan secara online dengan hardware yang berbeda, misalnya saja need for speed undercover, GTA V yang dapat dimainkan secara online dari PC, Console PS4 maupun Xbox 360 (PS4 dan Xbox 360 merupakan hardware/console game yang memiliki konektivitas ke internet sehingga dapat bermain secara online).

 

Contohnya adalah Grand Theft Auto V (Disingkat GTA V) adalah game aksi dan petualangan yang berlatar belakang negara bagian fiktif di Amerika Serikat yakni San Andreas (Di dunia nyata California Selatan). Dimana pada game ini, player dapat mengontrol karakter pada game sesuai keinginan. Game ini merupakan game berbasis Open World, sehingga player bebas bereksplorasi di dunia game yang disediakan developer secara Offline maupun Online.

4. Browser Games, merupakan game yang dimainkan pada browser seperti Firefox, Opera, IE. Syarat dimana sebuah browser dapat memainkan game ini adalah browser sudah mendukung javascript, php, maupun flash.


Contohnya adalah game Dino pada browser Google Chrome saat terjadi RTO atau gangguan pada jaringan internet browser kita, dimana kita diberikan 1 karakter dinosaurus 2D yang kita kontrol untuk mendapatkan nilai sebanyak mungkin dengan menghindari rintangan yang ada.

5. Massive Multiplayer Online Games, adalah game dimana pemain bermain dalam dunia yang skalanya besar (>100 pemain), setiap pemain dapat berinteraksi langsung seperti halnya dunia nyata.


Berdasarkan Teknologi Grafis
  • 2 Dimensi, game yang mengadopsi teknologi ini rata-rata game yang termasuk ringan, tidak membebani system. Tetapi game dengan kualitas gambar 2D tidak enak dilihat apabila dibandingkan dengan game 3D sehingga rata-rata game online sekarang mengadopsi teknologi 2,5D yaitu dimana karakter yang dimainkan masih berupa 2D akan tetapi lingkungannya sudah mengadopsi 3D.
  • 3 Dimensi, game bertipe 3 DImensi merupakan game dengan grapis yang baik dalam penggambaran secara realita, kebanyakan game-game ini memiliki perpindahan kamera (angle) hingga 360 derajat sehingga kita bisa melihat secara keseluruhan dunia games tersebut. Akan tetapi game 3D meminta spesifikasi komputer yang lumayan tinggi agar tampilan 3 Dimensi game tersebut ditampilkan secara sempurna.


Dampak Baik Dan Buruk Dari Game Online

Game online muncul tidak hanya mempengaruhi kehidupan social pemainnya dalam dunia nyata tetapi juga terkadang mempengaruhi kejiwaan seseorang apabila memainkannya terlalu lama. Seperti yang dilansir ketok.com, gara-gara sebuah game, seorang pemuda di amerika serikat nekad menusuk temannya sendiri. Bahkan anak-anak yang kecanduan bermain game sering membolos dari sekolahnya agar bisa melanjutkan petualangannya di dunia maya.

Akan tetapi dari segi bisnis, game online masih memiliki prospek bagus kedepannya. Dengan kehadiran games online ini, orang-orang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri yaitu games center, atau menjadi pengembang games sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.


Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) atau bisa disebut juga kecerdasan buatan yang dikembangkan semenjak adanya keberadaan komputer di dunia. AI pada secara garis besar merupakan kemampuan suatu benda buatan untuk berpikir logis dan mengomputasikan suatu perintah. Seiring berkembangnya zaman AI semakin berkembang dan berguna di berbagai bidang, sebagai contoh di program computer, beberapa robot canggih, dan video game. Sekarang, AI sudah bisa meniru kecerdasan kognitif manusia seperti yang diimplementasikan pada robot-robot canggih. 

Pencapaian ini adalah hal yang luar biasa bagi perkembangan teknologi sains komputer, namun beberapa ahli seperti Stephen Hawking, Bill Gates, dan Elon Musk mengekspresikan kekhawatiran mereka akan ke arah mana AI akan berkembang di dunia. Bisa jadi AI akan berkembang sampai di titik dimana AI telah mencapai True Sentience. Ketika hal itu terjadi AI sudah bukan lagi mesin melainkan makhluk yang dapat berpikir dan berpendapat dan saat itu terjadi pula kita sudah tidak bisa mengontrol mereka lagi sehingga keputusan yang mereka perbuat akan diluar perkiraan manusia.    

Konsep Kecerdasan Buatan

Ada beberapa konsep yang harus dipahami dalam kecerdasan buatan, diantaranya 
(Kusrini, 2006) :

1. Turing Test – Metode Pengujian Kecerdasan

Turing Test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Penanya adalah seorang manusia dan yang satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji. Penanya tidak dapat melihat langsung kepada obyek yang ditanyai. Penanya diminta untuk membedakan mana jawaban komputer dan mana jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana jawaban manusia maka Turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat diasumsikan cerdas.

2. Pemrosesan Simbolik

Komputer semula didesain untuk memproses bilangan atau angka-angka (pemrosesan numerik). Sementara manusia dalam berfikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasarkan pada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematika. Sifat penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah.

3. Heuristic

Istilah heuristic diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan. Heuristic merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang problem secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan disepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.

4. Penarikan Kesimpulan (Inferencing)

AI mencoba membuat mesin memiliki kemampuan berfikir atau mempertimbangkan (reasoning). Kemampuan berfikir (reasoning) termasuk didalamnya proses penarikan kesimpulan (inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan menggunakan metode heuristic atau pencarian lainnya.

5. Pencocokan Pola (Pattern Matching)

AI bekerja dengan metode pencocokan pola (pattern matching) yang berusaha untuk menjelaskan objek, kejadian (event) atau proses, dalam hubungan logika atau komputasional.


Contoh Game yang Menerapkan AI
Image result for AI pada dota

Dota 2 adalah game RealTimeStrategy yang memiliki AI sangat cerdas hingga dapat mengalahkan tim profesional dikelas dunia, namun untuk player biasa dapat bermain dengan AI yang tingkat kesulitannya dapat diatur.

Image result for AI pada Wildlands
Tom Clancy's GhostRecon Wildlands adalah game 3rd person Strategy yang menerapkan AI pada 3 karakter yang menemani player jika player sedang bermain sendiri/offline, AI pada game ini dapat memberi tahu status, lokasi musuh, serta membantu player seperti kita sedang bermain dengan player lain.

Source:

Anonim. 2016. "GAME BERBASIS JARINGAN".

Revi Andhika. 2012. " SEJARAH DAN PERKEMBANGAN GAME ONLINE".

Anonim. 2012. " PENGERTIAN DAN TIPE-TIPE GAME ONLINE".

fryunfist. “Artificial Intelligence Kecerdasan”.

Irpan, Ramdani. Konsep Dasar Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan”.

Nickgrandspot. “Artificial Intelligence”.




Jumat, 05 April 2019

SOFTSKILL [PENGANTAR TEKNOLOGI GAME] - TUGAS 2


1. Game Engine

Hasil gambar untuk game engine logo

      Perangkat lunak yang dapat membuat atau mengembangkan sebuah game yang ingin kita buat dapat disebut game engine. Game ini dapat berbagai genre game yang dapat Anda buat seperti Action, shooter, adventura dan sejenisnya.

      Game engine menyediakan seperangkat alat pengembangan visual di samping komponen software digunakan kembali. Alat-alat ini umumnya diberikan dalam suatu lingkungan pengembangan terpadu untuk mengaktifkan disederhanakan, perkembangan pesat dari permainan dengan cara data-driven. Mesin pengembang Game upaya untuk “pra-menciptakan roda” dengan mengembangkan suite perangkat lunak kuat yang mencakup banyak unsur pengembang game mungkin perlu untuk membangun sebuah permainan. Kebanyakan mesin permainan suite menyediakan fasilitas yang memudahkan pengembangan, seperti grafik, suara, fisika dan fungsi AI. Mesin permainan ini kadang-kadang disebut “middleware” karena, seperti dengan istilah naluri bisnis, mereka menyediakan sebuah platform perangkat lunak yang fleksibel dan dapat digunakan kembali yang menyediakan semua fungsionalitas inti yang dibutuhkan, langsung dari kotak, untuk mengembangkan sebuah aplikasi permainan sambil mengurangi biaya , kompleksitas, dan waktu-ke-pasar-semua faktor penting dalam industri video game yang sangat kompetitif. Gamebryo dan RenderWare adalah seperti program middleware banyak digunakan.

Arsitektur Game

       Adalah rancangan atau blueprint dari sebuah game. Sedangkan  arsitektur mesin game adalah system perangkat lunak yang  dirancang untuk menciptakan dan pengembangan video game. Dapat dikatakan  bahwa arsitektur mesin game itu adalah rancangan dari sistem perangkat  lunak dari game itu sendiri.

Tahap awal dari merancang suatu game adalah memilih jenis game yang akan  dibuat agar dapat lebih terfokus dalam mengerjakannya. Selanjutnya adalah  mendesaian game yang akan dibuat. Setelah kita memiliki desain game,  langkah berikutnya adalah mengimplementasikan desain tersebut menjadi  source code. Apabila source telah selesai dirancang, maka game tersebut  dapat dimainkan dan digunakan sesuai yang diinginkan oleh sang pembuat  game. Apakah game tersebut dibuat untuk dikomersilkan atau dikembangkan  oleh orang lain.

Beberapa elemen yang terdapat dalam game engine, yaitu:

Tools/Data
Pada pengembangan game paling tidak dibutuhkan beberapa tools seperti 3d model editor, level editor dan graphics programs. Bahkan jika diperlukan, seringkali kita mengembangkan game engine tersebut dengan menambahkan beberapa code dan fitur yang diperlukan.

System
System adalah bagian dari game engine yang berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan hardware yang berada di dalam mesin. System adalah bagian yang membutuhkan perubahan yang cukup banyak apabila dilakukan implementasi pada platform yang berbeda. Di dalam system sendiri terdapat beberapa sub system seperti graphics, input, sound, timer, configuration. System bertanggung jawab untuk melakukan inisialisasi, update dan mematikan sub system yang terdapat di dalamnya.

Console
Console dapat merubah setting game dan setting game engine di dalam game tanpa perlu melakukan restart pada game tersebut. Console biasa digunakan dalam proses debugging, seperti misalnya apabila game engine tersebut mengalami error maka kita hanya mengoutputkan error message tersebut ke dalam console tanpa harus melakukan restart.

Support
Support merupakan bagian yang sering digunakan pada system di galam game engine. Support berisikan rumus-rumus matematika yang biasa digunakan, vector, matrix, memory, file loader. Merupakan dasar dari game engine dan hampir digunakan dalam semua project game engine.

Renderer/Engine Core
Renderer/engine core terdiri dari beberapa sub yaitu visibility, collision detection dan response, camera, static geometry, dynamic geometry, particle systems, billboarding, meshes, skybox, lighting, fogging, vertex shading dan output.

Game Interface
Game interface merupakan layer antara game engine dan game itu sendiri. Berfungsi sebagai control yang bertuuan untuk memberikan interface apabila di dalam game engine tersebut terdapat fungsi yang bersifat dinamis sehingga memudahkan untuk mengembangkan game tersebut.

The Game
Game merupakan inti dari penggunaan game engine sendiri, sehingga ini tergantung bagaimana pengguna dalam mengembangkannya.

Tipe-Tipe Game Engine

Game engine biasanya datang dengan macam-macam jenis dan tujuannya. Ada 3  tipe game engine yaitu sebagai berikut :

1.       Roll-your-own game engine
Banyak perusahaan game kecil seperti publisher indie biasanya menggunakan engine-nya sendiri. Mereka menggunakan API seperti XNA, DirectX atau OpenGL untuk membuat game engine mereka sendiri. Di sisi lain, mereka kadang menggunakan library komersil atau yang open source. Terkadang mereka juga membuat semuanya mulai dari nol. Biasanya game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar diberikan secara gratis, juga memperbolehkan mereka (para developer) lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Tower Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine-nya, hanya untuk ditulis ulang semuanya dalam beberapa hari sebelum penggunaannya karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.

2.       Mostly-ready game engines
Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model, texture dan lain-lain. Banyak dari mereka yang sudah benar-benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar-benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine-nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game-nya. Contoh tipe game engine seperti ini adalah Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Dengan hal ini dapat menyingkat menghemat waktu dan biaya dari para developer game.

3.       Point-and-click engines
Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game-game mereka secepatnya.

2. Interaksi Fisik Dalam Teknologi Game

Interaksi yang disediakan oleh teknologi I/O video game pada zaman sekarang hanyalah interaksi virtual. Kebanyakan teknologi permainan yang digunakan dalam videogaming adalah teknologi PC; yang terdiri atas layar monitor sebagai perangkat output dan keyboard serta mouse sebagai perangkat input; sebagaimana pernyataan bahwa lebih banyak player yang menggunakan PC untuk videogaming dibandingkan dengan perangkat lain seperti Playstation dan Xbox. Interaksi semacam ini menyediakan pengalaman imersif dalam videogaming secara terbatas serta menyebabkan kurangnya interaksi fisik dan sosial di hampir semua kasus. Namun, pada masa kini, telah terdapat cara baru untuk player yang memainkan gamedengan fitur multiplayer tanpa harus mengalami semua hal tersebut.

Interaksi fisik dalam teknologi game merupakan sistem imersif baru dalam videogaming yang memanfaatkan aktivitas fisik player selain menggerakkan jari-jemari dan tangan di keyboard dan mouse. Video game yang memanfaatkan tenaga fisik dalam fitur multiplayer memfasilitasi interaksi fisik dan sosial dalam videogaming.

Fasilitas interaksi fisik dalam videogaming yang paling terkenal adalah VR Headset. Perangkat ini seringkali digunakan untuk memainkan video gameyang memanfaatkan sistem pengenalan gerakan (gesture recognition) untuk mendeteksi gerakan kepala, sedangkan untuk gerakan di tangan digunakan VR Impulse Stick yang merupakan perangkat joystick dengan tombol-tombol dan sistem pengenalan gerakan yang sama dengan cara digenggam oleh player di kedua tangan untuk berinteraksi dengan game. Permainan yang memanfaatkan fasilitas VR juga membutuhkan ruangan yang luas, agar dapat mengurangi batasan gerakan pemain.

Berikut ini adalah contoh pemanfaatan teknologi VR untuk interaksi fisik dalam videogaming. Di bawah ini dapat dilihat bahwa beberapa playersedang memainkan video game bergenre horor yang prarilis di tahun 2016, yaitu Paranormal Activity.

I. Collision Detection

Dalam video game, interaksi fisik yang terjadi hanyalah interaksi fisik secara virtual dalam program video game itu sendiri antara objek dua / tiga dimensi yang satu dengan objek lainnya. Collision Detection (CD / Deteksi Benturan)  merujuk kepada problema komputasional dalam mendeteksi persimpangan antara 2 buah objek atau lebih tersebut. Topik ini seringkali diasosiasikan dengan penggunaannya dalam video game dan simulasi fisik lainnya, tetapi pengaplikasiannya juga terdapat dalam bidang robotika.
Algoritma Collision Detection
collison

Deteksi Benturan terdiri atas:
1.               Time of Impact (TOI) menentukan waktu yang menunjukkan kapan ketika suatu objek berbenturan dengan objek lain;
2.               Contact Manifold, menunjukkan serangkaian titik penyimpangan yang dibuat ketika terjadinya benturan;
3.               Collision Response, menyimulasikan apa yang terjadi setelah benturan terdeteksi.

II. Efek Fisik Positif & Negatif Dalam Game

Dengan kecanggihan perangkat teknologi dan informasi saat ini tidak hanya sekedar membantu pekerjaan manusia tetapi juga menyajikan berbagai media hiburan yang mudah dijangkau oleh banyak orang. Salah satunya adalah Video game, banyak orang yang menyukai video game tidak hanya kalangan muda tetapi kalangan dewasa juga ikut memainkan video game. Disisi lain jika terlalu lama dan sering bermain game akan ada efek yang akan didapatkan, baik dari efek positif maupun efek negatif. Apa aja dampak dari efek - efek tersebut ? Berikut penjelasannya :

Efek Positif

  1. Setiap game memiliki tingkat kesulitan/Level yang berbeda. Umumnya permainan ini dilengkapi pernak-pernik senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk menyelesaikan level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi. Permainan game online akan melatih pemainnya untuk dapat memenangkan permainan dengan cepat, efisien dan menghasilkan lebih banyak poin.
  2. Meningkatkan konsentrasi. Kemampuan konsentrasi pemain game online akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan beberapa tugas, mecari celah yang mungkin bisa dilewati dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah game maka semakin diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.
  3. Meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Penelitian yang berhasil didapat menyatakan bahwa orang yang bermain game sekitar dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan.
  4. Meningkatkan kemampuan membaca. Game dengan genre edukasi atau pendidikan banyak sekali manfaatnya. Menurut Psikolog dari Finland Univesity menyatakan bahwa game edukasi dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa jenis permainan ini menurunkan tingkat minat baca anak sangat tidak beralasan.
  5. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Para gamers yang sering bermain game online dengan genre apapun dengan berjalannya waktu dapat mempunyai kemampuan berbahasa inggris yang lebih baik. Ini karena banyak alur cerita yang diceritakan dalam bahasa inggris dan kadang kala mereka chat dengan pemain lain dari berbagai negara.
  6. Meningkatkan sportivitas. Sportif dan fair play adalah nilai-nilai umum yang dikembangkan dalam kompetisi pemuda. Video gamejuga menawarkan hal yang sama. Dia mengajarkan nilai-nilai keteraturan. Pada permainan online (onlinegame) misalnya, masing-masing pemain akan bersaing secara teratur satu sama lainnya.
  7. Membentuk tim kerja. Kerjasama tim yang kuat banyak terbina dalampermainan video game. Permainan online misalnya, membutuhkan pemain yang efektif berkomunikasi dengan tim mereka. Sementara itu, mereka terus melakukan tugas-tugas yang diembankan kepada mereka demi meraih kemenangan.

Efek Negatif

  1. Menimbulkan kecanduan yang kuat. Sebagian besar game yang beredar saat ini didesain supaya menimbulkan kecanduan bagi para pemainnya. Semakin seseorang kecanduan pada suatu game, maka pembuat game semakin diuntungkan. Tapi keuntungan produsen ini jutsru menghasilkan dampak yang buruk bagi kesehatan psikologis para pemain game.
  2. Mendorong melakukan hal-hal negatif. Dengan semakin seringnya kita bermain game online semakin banyak juga kebutuhan yang harus kita dapatkan bagaimanapun caranya sehingga tidak jarang para gamers akan berusaha mencuri ID orang lain demi bisa mendapatkan keuntungan secara instan atau bahkan menggunakan uang bayaran sekolah demi bisa bermain game.
  3. Terbelangkainya kegiatan di dunia nyata. Keasyikan dalam bermain game akan mengakibatkan kita lupa dengan segala hal dalam kehidupan sehari-hari kita seperti beribadah, mengerjakan tugas sekolah atau kuliah, dan melupakan pekerjaan menjadi terbengkalai karena bermain game.
  4. Perubahan pola makan dan istirahat. Efek dari bermain game juga akan membuat waktu makan dan istirahat menjadi tidak terkontrol apalagi sampai harus begadang demi memainkan game online tersebut.
  5. Mengganggu kesehatan. Akan mengakibatkan kelelahan mata, mengganggu sirkulasi darah dan menekan pembuluh darah vena disekitar anus, sehingga menyebabkan mati rasa, kesemutan, kelemahan atau kerusakan otot pada tangan dan jari serta menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit.
  6. Membatasi Hubungan Sosial. Pada dampak positif bermain game telah dijelaskan bahwa bermain game dapat meningkatkan hubungan sosial secara online dengan para gamer diseluruh dunia. Sebaliknya dalam hal ini justru akan membatasi hubungan sosial di kehidupan nyata mereka. Banyak sekali para pecandu game memiliki sedikit waktu untuk membina hubungan sosial di kehidupan nyata mereka sehingga kemampuan berkomunikasi dan interaksi secara fisik dan oral menjadi tidak terasah.

3. User Interface pada Game


      Antarmuka (Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka (Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. Antarmuka (Interface)  berfungsi untuk menginput pengetahuan baru ke dalam basis pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan panduan pemakaian sistem secara berurutan  sehingga pengguna mengerti apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem.

     Desain user interface dalam game berbeda dari desain UI lainnya karena melibatkan unsur tambahan fiksi. Fiksi melibatkan avatar dari pengguna yang sebenarnya, atau player. Sebuah Desain Antarmuka (Interface) pada suatu Game mempengaruhi kenyamanan dan sejauh mana user/pengguna meminati Game tersebut.

    Dalam desain user interface game, terdapat sebuah teori yang dikemukakan oleh Erik Fagerholt dan Magnus Lorentzon dari Chalmers University of Technology. Dalam tesisnya mereka menulis tesis tentang desain user interface berjudul Beyond the HUD - User Interfaces for Increased Player Immersion in FPS Games.Mereka memperkenalkan istilah berbagai jenis interface yang berkaitan dengan desain video game.

   HUD itu sendiri kepanjangan dari Heads – up display, merupakan metode dimana informasi secara visul disampaikan kepada pemain sebagai bagian dari antarmukan pengguna permainan. Biasanya menunjukkan bar/kotak HP(Health Point) ataupun MP(Mana Point) dan biasanya muncul  di atas kepala karakter. Fungsi HUD ini untuk memudahkan pemain mengetahui kondisi karakter dalam permainan.

Dalam desain antarmuka game terdapat beberapa elemen yang diantaranya adalah :

1. Diagetic: Desain antarmuka yang termasuk dalam permainan game  yaitu yang dapat dilihat dan didengar oleh karakter dalam permainan. Yang dimaksudkan pada antarmuka diagetic ini segala sesuatu yang terlihat terkecuali elemen-elemen non-diegetic seperti HUD, Kursor mouse, Informasi dari Komputer,dll  Contoh: Interface  dalam game Dead Space, pada game Assassin’s Creed

2. Non-diegetic: Desain  Antarmuka yang diberikan sebagai tambahan di luar dunia game itu sendiri, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia nyata. Sehingga seakan-akan karakter dalam dunia game tidak melihatnya. Mass Effect 3 menggunakan banyak Non-diegetik elemen UI untuk menginformasikan pemain senjata karakter dipilih dan kekuasaan - antara lain.
3.    Spatial: Elemen User Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik). Outline karakter dalam Left 4 Dead adalah contoh dari non-diegetik User Interface spatial. 
4. Meta: Gambaran yang bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan. Contoh: Duty Calls- The Calm Before the Storm 
penggunaan icon pada game juga mempengaruhi kenyamanan pemain dalam memilih perintah-perintah pada game. Desain icons dalam user Interface dibedakan menjadi dua jenis yaitu picons dan micons.


REFERENSI

3. “Immersive Multiplayer Games With Tangible and Physical Interaction.” Jefry Tedjokusumo, Steven ZhiYing Zhou, and Stefan Winkler. IEEE Transactions on Systems, Man, and Cybernetics – Part A: Systems and Humans. To be published.
4. Chris M. Bleakley, Darryl Charles, Alison Porter-Armstrong, Michael D.J. McNeill, Suzanne M. McDonough, Brendan McCormack. Gaming for Health: A Systematic Review of the Physical and Cognitive Effects of Interactive Computer Games in Older Adults
5.       Ericson, Christer. Real-time Collision Detection. Elsevier, 2005, p. 13.
6.  Lin, Ming C (1993). “Efficient Collision Detection for Animation and Robotics (thesis)” (PDF). University of California, Berkeley.
7.    Caldwell, Douglas R. (2005-08-29). “Unlocking the Mysteries of the Bounding Box”. US Army Engineer Research & Development Center, Topographic Engineering Center, Research Division, Information Generation and Management Branch.

Senin, 18 Maret 2019

SOFTSKILL [PENGANTAR TEKNOLOGI GAME] - TUGAS 1

APA ITU GAME ?

Game adalah permainan yang menggunakan interaksi antarmuka dengan pengguna melalui gambar yang biasanya dihasilkan oleh perangkat video/console. Permainan video atau lebih sering disebut dengan Video Game umumnya menyediakan sistem penghargaan yang biasanya berupa skor atau nilai tertinggi yang dihitung berdasarkan tingkat keberhasilan dalam menyelesaikan misi yang ada dalam permainan tersebut.

Pengertian game menurut beberapa ahli :

  • Menurut Chris Crawford, seorang computer game designer mengemukakan bahwa game, pada intinya adalah sebuah interaktif, aktifitas yang berpusat pada sebuah pencapaian, ada pelaku aktif, ada lawan anda.
  • Menurut Dafid Parlett, game adalah sesuatu yang memiliki “akhir dan cara mencapainya” & artinya ada tujuan, hasil dan serangkaian peraturan untuk mencapai keduanya.
  • Menurut Roger Caillois, seorang sosiolog Perancis, dalam bukunya yang berjudul Les jeux et les hommes menyatakan game adalah aktifitas yang mencakup karakteristik berikut & fun (bebas bermain adalah pilihan bukan kewajiban), separate (terpisah), uncertain, non-productife, governed by rules (ada aturan), fictitious(pura-pura).
  • Menurut Clark C. Abt, game adalah kegiatan yang melibatkan keputusan pemain, berupaya mencapaitujuan dengan “dibatasi oleh konteks tertentu” (misalnya, dibatasi oleh peraturan).
  • Menurut Bernard Suits game adalah “upaya sukarela untuk mengatasi rintangan yang tidak perlu”. “Rintangan yang tidak perlu”.
  • Menurut Greg Costikyan, game adalah “sebentuk karya seni di mana peserta, yang disebut Pemain,membuat keputusan untuk mengelola sumber daya yang dimilikinya melalui benda di dalam game demi mencapai  tujuan”
  • Definisi ini dari buku Rules of Play karya Katie Salen dan Eric Zimmerman, game adalah “sistemtempat pemain melakukan kon)lik bohongan, ditentukan oleh aturan, yang memberi hasil terukur”


Teknologi game

Teknologi game mengacu pada pengembangan teknologi pendukung untuk game, independen dari desain game tertentu. Ini berfokus pada desain algoritma berkinerja tinggi dari fungsionalitas inti game yang terkait.

Anggap saja sebagai teknologi tingkat rendah yang dimiliki mesin game Anda. Topik yang akan Anda beri label sebagai teknologi game meliputi: algoritma rendering, polling input dari perangkat, pemeriksaan tabrakan dan fisika, pemrosesan audio, pengaturan waktu, penanganan file, penanganan memori, dan lainnya.

Keahlian teknologi gim sangat penting jika Anda mengembangkan mesin gim kustom atau komponen mesin, serta mekanisme tingkat rendah untuk mendukung keputusan pengembangan gim. Selain itu, Anda dapat mengejar teknologi game sebagai karier akademis karena merupakan badan besar penelitian akademik, menjadi bidang yang terkait dengan optimasi / kinerja. Seperti yang dicatat pengguna Stephan, Anda bisa melihat teknologi game sebagai bentuk komputasi berperforma tinggi, khusus dalam algoritma yang terkait dengan game.
Teknologi yang digunakan dalam game dapat kita lihat dari logic game, design game, ataupun audio dari game tersebut. Perkembangan industri game di Indonesia dimulai pada masa sekitar 15 tahun lalu. Waktu itu sudah mulai dengan munculnya game console seperti Nintendo dan Playstation, Zaman itu pelaku industri game di Indonesia kebanyakan hanya sebagai distributor.
Setelah era game console, masuklah era game online, sekitar tahun 2000an. Di sini juga mulai bermunculan namanya publisher, yakni perusahaan atau individu yang memiliki hak ekslusif untuk menerbitkan atau memasarkan setiap judul game Salah satu game online yang cukup menyita perhatian pecinta game adalah Ragnarok Online. Developer alias pembuat game ini adalah Gravity Corporation, perusahaan game yang bermarkas di Korea Selatan, tetapi publishernya adalah PT Lyto Datarindo Fortuna (Indonesia).
Jika kita lihat, teknologi dalam perkembangan game sampai generasi sekarang semakin berkembang, banyak muncul game dengan kualitas tinggi. Dalam pembuatan game dibutuhkan programmer, designer, music composer, dll. Progammer sendiri bertugas untuk membuat logic dalam game, aspek grafis, kecerdasan buatan dalam game, membuat efek-efek seperti tumbukan, juga membuat game tools. Sedangkan designer bertugas untuk membuat konsep art dari game, membuat 2D dan 3D model, serta animasi / karakter dari game. Progammer bekerja dengan banyak penalaran (left brain) dan designer dengan feeling (right brain). Sedangkan untuk music composer bertugas untuk mengatur berbagai hal berkaitan dengan suara dalam game.
Beberapa teknologi pendukung pembuatan game yaitu game engine. Dimana untuk menjalankannya diperlukan sebuah entry point. Seperti pada C, entry point berupa fungsi main (). Biasanya program utama ini relatif pendek, jadi game engine merupakan mesin penggerak jalannya suatu program game. Ada banyak game engine yang dirancang untuk bekerja pada console ataupun operasi desktop seperti Windows. Dalam game engine terdapat fungsi-fungsi yaitu Rendering Engine, Physical Engine, Sound Script, Animation, Artificial Intelligence, Network, Streaming, Memory Management, dan Scene Graph. Elemen pada Game Engine seperti:

  • Tools untuk penulisan data seperti 3D model editor, level editor ataupun graphic design.
  • System untuk melakukan komunikasi dengan hardware dari game tersebut. Dalam system dilakukan inisialisasi, update, dan pengnonaktifkan sub system.
  • Console mempermudah untuk mengubah setting game atau setting game engine tanpa perlu melakukan restart pada game.
  • Support yang berisi berbagai rumus matematika seperti vector, matrix, memory manager, yang merupakan dasar dari game engine.
  • Game Interface merupakan perantara antara game engine dan game itu sendiri, sehingga memudahkan jika ingin dilakukan perubahan.
  • Engine core yang berisi Visibility, Collision Detection dan Response, Camera, Static Geometry, Dynamic Geometry, Particle Systems, Billboarding, Meshes, Skybox, Lighting, Fogging, Vertex Shading, dan

Selain itu pendukung lainnya adalah game development tools yang merupakan software untuk membantu dan memfasilitasi pembuatan video game. Dengan ini, dapat membantu konversi pembuatan game seperti 3D model yang diperlukan untuk video game. Beberapa contoh game development tools yaitu RAD Game Tools, Java Game Development Tools, dan Garage. Ada juga Graphic Design Accelerometer yang berfungsi untuk mengukur ketepatan akselerasi grafis dalam game. Tentu mungkin masih banyak teknologi lain yang digunakan dalam pembuatan game. Dengan teknologi yang canggih tersebut terbentuk game yang baik pula, karena itu sebagai pengguna kita harus selalu dapat bertindak bijak dalam menggunakan game.
SEJARAH TEKNOLOGI GAME

Teknologi game terdiri dari dua kata, yaitu Teknologi dan Game. Teknologi adalah keseluruhan fasilitas untuk menyediakan sesuatu yang dibutuhkan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun bukan benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan Game adalah permainan yang menggunakan interaksi antarmuka  pengguna melalui gambar yang dihasilkan oleh piranti video.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Teknologi Game berarti proses yang dilakukan sistem atau perangkat keras yang diberlakukan dalam upaya untuk mendukung kinerja dari game.

BAGAIMANA SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI GAME ?

Berdasarkan informasi atau tulisan – tulisan yang saya dapat dari artikel, jurnal, dan lain-lain, sejarah perkembangan teknologi game dibagi menjadi tujuh generasi, berikut akan saya jelaskan satu persatu.


1. GENERASI PERTAMA

Teknologi game pada generasi pertama berkembang antara tahun 1952 – 1975. Pertama kali diciptakan oleh A.S. Douglas pada tahun 1952 di University of Cambridge yaitu OXO untuk mendemonstrasikan tesisnya mengenai interaksi antara komputer dan manusia. Kemudian, douglas membuat game Tic – Tac – Toe yang diprogram pada komputer EDSAC Vaccum Tube.


Kemudian William Higinbotham menciptakan game Tennis for Two pada tahun 1958 yang dimainkan di osiloskop. Game sederhana yang menampilkan lapangan tennis dari samping ini memperlihatkan seolah bola dipengaruhi oleh gravitasi dan harus melewati net.

Pada tahun 1961 dimana komputer merupakan barang yang bisa dikatakan sangat mewah, Steve Russel membuat game bernama Spacewar karena ketertarikannya dengan kisah fiksi ilmiah karangan Edward E Smith yang berjudul Skylark. Memanfaatkan pekerjaannya yang menggunakan komputer mainframe MIT PDP-1 yang biasa dipakai untuk perhitungan statistik, Steve membuat Spacewar.

Video game mengalami awal perkembangan pada tahun 1996 oleh mahasiswa-mahasiswa pada tahun itu memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada di kampusnya untuk menyalurkan kreatifitas. Kemudian menjadi lebih berkembang lagi ketika untuk pertama kalinya dirilis perngkat video game pada tahun 1972 untuk pasar rumahan Magnavox Odyssey yang dihubungkan dengan televisi. Tetapi pada tahun 1975 produsen magnavox berhenti memproduksi odyssey karena berhasil mengenalkan mikroprosesor berbasis konsol. Sebagai gantinya, Magnavox memproduksi Odyssey 100, yaitu mesin yang khusus menyajikan game Pong.

2. GENERASI KEDUA

Memasuki tahun 1976 teknologi game generasi kedua mulai diperkenalkan. Generasi ini sering disebut dengan awal debut 8 bit atau kurang lebih 4 bit dalam sejarah komputer dan video game. Pada tahun 1976, dunia game dihidupkan kembali oleh Fairchild dengan karyanya yaitu VES ( Video Entertainment System).

Di generasi kedua ini menjadi primadona console game yang diantaranya adalah Fairchild Channel F. Magnavox Odyssey versi 2, Attari 2600, dan Attari 5200.



Pada tahun 1980, berbagai produsen konsol muncul dan menjadikan Atari 2600 sebagai konsep dasar. Sehingga perkembangan dunia game menjadi semakin pesat. Generasi kedua ini juga ditandai dengan game Arcade 3D pertama keluaran Atari yaitu Battlezone, Pac-Man keluaran Namco, Game & Watch seri video game-handheld keluaran Nintendo, dan juga APF yang mengeluarkan Imagination Machine yang merupakan add-on komputer untuk video game rumahan APF MP-100.

Tetapi pada tahun 1983 eksistensi dunia game mulai menurun karena kurang kreatifnya para pencipta game. Terlebih lagi perkembangan PC semakin canggih, sehingga orang-orang lebih tertarik membeli PC daripada membeli konsol video game.

3. GENERASI KETIGA

Generasi ketiga berkembang pada tahun 1983 – 1986. Konsol bernama Famicon/Nintendo Entertainment System (NES) yang dirilis di akhir tahun 1983 menjadi gebrakan baru yang diciptakan oleh perusahaan bernama FAMICOM di Jepang. Konsol yang diciptakan FAMICOM ini merupakan konsol yang pertama kali menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi.

FAMICOM atau yang lebih dikenal dengan Nintendo ini memiliki chip pengaman pada cartridge game mereka, sehingga seluruh game yang akan dirilis harus dengan seizin Nintendo. Kemudian muncul game legendaris yang sampai saat ini masih memiliki banyak peminat, yaitu Super Mario.

Karena munculnya super mario yang dengan cepat booming, banyak perusahaan sofware maupun hardware yang menghentikan produksinya. Bahkan Nintendo memperluas pemasarannya ke Amerika. Di era ini produksi Nintendo mendominasi di Amerika dan merajai pasar video game, sehingga terjadi perang konsol game antara perusahaan konsol game Nintendo dengan SEGA.

4. GENERASI KEEMPAT



Teknologi Game generasi empat ini disebut dengan generasi 16 bit yang membawa perubahan pada gameplaysound,dan graphic, generasi ini berkembang pada tahun 1988 – 1993. Pada generasi ini Nintendo dan SEGA terus bersaing dengan konsol – konsol terbaru yang mereka rilis.

5. GENERASI KELIMA

Pada tahun 1994, Atari kembali meluncurkan konsol untuk menyaingi konsol dari SEGA dan Nintendo. Atari Jaguar menyaingi kecanggihan SNES dan Mega Drive, tetapi penggunaannya yang sulit membuat tertarik pencinta game. Terlebih lagi pada saat itu Sony mengeluarkan konsol berbasis CD yang super legendaris.



Di Teknologi Game generasi lima inilah muncul konsol game yang bernama playstation yang diluncurkan oleh Sony. Generasi ini juga bisa disebut dengan era konsol 32 bit. Konsol berbasis CD keluaran Sony menuai sukses untuk keluaran pertamanya yang kemudian menjadi konsol terlaris sepanjang masa.

6. GENERASI KEENAM



Teknologi Game generasi enam ini masih dikuasai oleh Sony. Pada tahun 2000, Sony semakin merajalela dengan merilis Playstation 2 yang berbasis DVD yang ukurannya lebih kecil. Xbox yang merupakan keluaran Microsoft adalah satu-satunya saingan Playstation.

7. GENERASI KETUJUH

Tepat nya pada tahun 2005, SONY dan Microsoft dengan produknya masing – masing Playstation dan Xbox kembali bersaing. Boleh dibilang, Xbox terlambat meluncur ke pasaran dibanding PlayStation 2, dan support game-game tenar juga sangat minim. Tetapi, Microsoft seolah belajar dari kesalahannya. Pada saat Sony masih melakukan riset untuk konsol PlayStation 3 yang menggunakan Blu-Ray, Microsoft kali ini telah mengambil seribu langkah lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD.



2006, Xbox 360 hadir dengan segudang fitur istimewa, mulai dari grafis, hingga titel-titel game terkenal. Di antaranya Best Game of The Year s2006 versi beberapa situs game terkemuka, Gears of War. Apalagi, Xbox Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer.

Kali ini, giliran Sony yang terlambat. PlayStation 3 dirilis pada November 2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan terobosannya, yaitu Nintendo Wii. Posisi PlayStation 3 kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah keburu tenar duluan, Wii juga menawarkan inovasi pada stik kontrol mereka yang ’motion sensitive’. Apalagi, harga konsol terbaru Sony itu merupakan yang paling mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii.

GAME GENERASI HANDHELD



Merebaknya popularitas game membuat berbagai perusahaan elektronik berusaha membuat terobosan baru. Di antaranya adalah membuat sebuah mesin game berukuran kecil, yang bisa dibawa ke mana pun. Belakangan, konsol pun dibuat mini, serupa dengan handheld, tentu saja, ini merupakan sebagian terobosan besar yang tidak boleh dilupakan dalam sejarah game.

- 1976-1979, sejarah video game saku ini bermula, beberapa piranti dari Mattel dirilis ke pasaran, tetapi tidak begitu populer. Demikian pula dengan handheld buatan Milton Bradley yang dilempar ke pasaran.

- 1980-1984, Perusahaan-perusahaan Jepang mulai merambah pasar handheld, tetapi tetap sama saja hasilnya. Hal ini terus berlanjut hingga 1984. Pada waktu itu, sebuah nama yang tentu tidak asing sampe sekarang, Game Boy, muncul. Handheld buatan Nintendo ini begitu diminati dan dinobatkan sebagai handheld pertama di dunia yang angka penjualannya boleh dikatakan sukses.

- 1990, dunia handheld semakin menggila, NEC, perusahaan elektronik terkemuka di Jepang membuat handheld yang mampu merender animasi 3D lebih kompleks, karena menerapkan konsep grafis 3D untuk PC (personal computer).

- 1994, Semenjak tahun tersebut, produsen game semakin gencar melakukan riset untuk handheld. Sega merilis Game Gear dan setahun berselang, Nintendo memperbarui produknya dengan Super Game Boy. Bahkan, Sega memproduksi handheld tanpa layar, Mega Jet, untuk diimplementasikan di pesawat terbang guna menghibur penumpangnya. Nintendo Virtual Boy menyusul, lengkap dengan kacamata 3D-nya, yang sekarang banyak ditiru untuk pelengkap berbagai paket produk grafis 3D.

GAME GENERASI MOBILE & ONLINE

Hasil gambar untuk pubg




Ini game generasi paling heboh karena banyak permainan/game yang dikembangkan untuk keperluan mobile seperti Game Flash, Game Versi Web, Game Versi Android dan dengan dukungan teknologi web maka muncullah Game Versi HTML5 yang kian marak dikembangkan sejak tahun 2012.

UNITY 3D

Unity3D adalah mesin permainan multiplatform yang tersedia secara komersial yang digunakan untuk produksi video game 2d dan 3D serta simulasi dan visualisasi non-game interaktif.
Unity adalah salah satu mesin game paling populer yang tersedia karena kombinasi kekuatan, fleksibilitas, dan kemudahan penggunaan.

Unity3D digunakan untuk membuat game dan / atau lingkungan realitas virtual. Ini sangat populer di kalangan pengembang VR / AR dan tidak memerlukan biaya apa pun untuk memulai. Anda hanya membayar sekali Anda menghasilkan lebih dari $ 100.000. Fisika sudah tertanam di dalam mesin dan sangat mudah untuk dipelajari dan memulai bahkan jika Anda tidak memiliki banyak (atau ada) pengalaman pengkodean atau pembuatan game.

Unity 3D pertama kali dirilis pada saat acara Apple’s Worldwide Developers Conference di tahun 2005. Pada versi awal Unity hanya dapat digunakan di Mac Platform yaitu OS dari produk apple. Namun sekarang Unity 3D berubah menjadi software multi platform yang juga dapat dijalankan pada Windows OS dan bahkan Linux OS.

Pada dasarnya, Unity 3D merupakan game engine yang berbasis 3D. Tetapi Unity juga bisa dalam membentuk game 2D. Unity menggunakan sistem navigasi bebas dalam pembuatan game, sehingga pengguna dapat dengan mudah untuk melihat setiap sisi 3D dalam pembuatan objek. Sama halnya seperti menggunakan Blender 3D.

Dalam proses pengembangan game pengguna dapat menggunakan (menginclude) script-script, seperti : JavaScript, C#, dan Boo Script melalui panel coding yang telah di sediakan yang kemudian dapat di compile dan di jalankan pada console berikut : Windows, Mac, Unity Web Player, iOS, Android, Nintendo Wii, PlayStation 3, Xbox 360.

Unity memberi kebebasan Developer untuk berkarya. Tak hanya di batasi dalam 1 Genre saja. Tetapi berbagai Genre yang Developer suka. Harapan kedepannya dengan adanya Unity 3D akan menimbulkan banyak developer-developer game mandiri yang berkualitas, sehingga dapat menciptakan karya-karya yang dapat dinikmati public yang tidak hanya menghibur, bahkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya masyarakan dalam negeri.

Skenario

sebuah skenario adalah sebuah deskripsi dari interkasi seseorang dengan sebuah sistem.
skenario membantu memfokuskan desain pada kebutuhan user, yang dimana berbeda dari kebutuhan teknis atau bisnis.

skenario mungkin berhubungan dengan 'use cases', yang dimana menjelaskan interaksi yang berada dalam sebuah level teknis. tidak seperti usecases, bagaimanapun, skenario bisa dimengerti oleh orang-orang yang tidak memiliki latar belakang teknik. bagaimanapun mereka cocok untuk digunakan saat kegiatan desain partisipatif.

Kapan skenario sesuai?
skenario sesuai kapanpun anda butuh untuk mendeskripsikan sebuah sitem interkasi dari sudut pandang user. mereka berguna terutama saat anda butuh untuk memastikan kendala teknis atau anggaran tidak mengesampingkan anggaran kegunaan tanpa menunggu jatuh tempo.skenario bisa membantu mengatasi kompleksitas kepada lapisan teknologi, dan mencegahnya dari menjadi nyata dalam tampilan user.

Bagaimana Anda menulis skenario?

Untuk menulis skenario, Anda memerlukan pemahaman dasar tentang tugas yang akan didukung oleh sistem. Anda juga harus memiliki pemahaman tentang pengguna dan konteks penggunaan. 


Skenario dapat diturunkan dari data yang dikumpulkan selama kegiatan penyelidikan kontekstual. Jika Anda tidak memiliki akses ke data tersebut, Anda dapat menulis skenario berdasarkan pengetahuan sebelumnya atau bahkan 'tebakan terbaik', asalkan skenario akan ditinjau oleh pengguna sebelum digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan desain. 



Untuk menulis skenario, jelaskan dalam bahasa sederhana interaksi yang perlu dilakukan. Penting untuk menghindari referensi ke teknologi, kecuali jika teknologi tersebut mewakili kendala desain yang harus diakui.



Sertakan referensi ke semua aspek yang relevan dari interaksi, bahkan di mana mereka berada di luar cakupan teknologi saat ini. Referensi tersebut dapat mencakup masalah budaya dan sikap. Misalnya, fakta bahwa Jane terus-menerus terganggu oleh panggilan telepon mungkin sama relevannya dengan platform perangkat lunak yang ia gunakan. 


Setelah Anda menulis skenario, tinjau dan hapus referensi yang tidak beralasan untuk sistem atau teknologi. 

Bagaimana Anda menggunakan skenario?

Gunakan skenario selama desain untuk memastikan bahwa semua peserta memahami dan menyetujui parameter desain, dan untuk menentukan dengan tepat interaksi apa yang harus didukung sistem. 


Terjemahkan skenario ke dalam tugas untuk melakukan aktivitas walk-through dan tes kegunaan.


Scripting

Scripting adalah bumbu penting dalam setiap game. bahkan game paling sederhana pun membutuhkan scripts, untuk merespon input dari player dan menyusun untuk kegiatan dalam permainan agar terjadi sesuai yang seharusnya. lebih dari itu, scripts bisa digunakan untuk membuat efek grafis, kontrol tingkah fisik dari objek atau bahkan mengimplementasikan sebuah kustom sistem AI untuk karakter didalam game.
Scripting adalah sebuah skill yang membutuhkan waktu dan usaha untuk dipelajari.

Apa itu AI?

Kecerdasan artifisial adalah tentang membuat komputer mampu melakukan tugas berpikir yang dilakukan manusia dan hewan mampu. Kita sudah dapat memprogram komputer untuk memiliki kemampuan manusia super dalam menyelesaikan banyak masalah: aritmatika, penyortiran, pencarian, dan sebagainya. Kami bahkan bisa mendapatkan komputer untuk memainkan beberapa permainan papan lebih baik daripada manusia mana pun (Reversi atau Connect 4, misalnya). Banyak dari masalah ini awalnya dianggap masalah AI, tetapi karena mereka telah diselesaikan secara lebih dan lebih komprehensif cara, mereka telah menyelinap keluar dari domain pengembang AI. Tetapi ada banyak hal yang komputernya tidak bagus di mana kita menemukan hal sepele: mengenali wajah yang akrab, berbicara dalam bahasa kita sendiri, memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya, dan menjadi kreatif. Ini adalah domain AI: mencoba mencari tahu apa jenis algoritma yang diperlukan untuk menampilkan iniproperti.

Di dunia akademis, beberapa peneliti AI termotivasi oleh filosofi: memahami sifat
pemikiran dan sifat intelijen dan membangun perangkat lunak untuk memodelkan bagaimana pemikiran mungkin kerja. Beberapa dimotivasi oleh psikologi: memahami mekanisme otak manusia dan proses mental. Yang lain termotivasi oleh rekayasa: membangun algoritma untuk melakukan seperti manusia tugas. Perbedaan tiga kali lipat ini adalah jantung dari AI akademik, dan pola pikir yang berbeda bertanggung jawab atas sub-bidang subjek yang berbeda.

Sebagai pengembang game, kami hanya tertarik pada sisi teknik saja: membangun algoritma yang membuat karakter permainan tampak seperti manusia atau hewan. Pengembang selalu tertarik dari penelitian akademis, di mana penelitian itu membantu mereka menyelesaikan pekerjaan. Ada baiknya mengambil ikhtisar singkat tentang pekerjaan AI yang dilakukan di dunia akademis untuk memahami apa ada dalam subjek dan apa yang mungkin layak dijiplak. Kami tidak punya kamar (atau bunga dan kesabaran) untuk memberikan walk-through lengkap akademik AI, tetapi akan sangat membantu untuk melihatnya jenis teknik apa yang berakhir di game.

Game AI
 
Pac-Man [Midway Games West, Inc., 1979] adalah game pertama yang diingat banyak orang dengan flu AI. Hingga saat itu ada klon Pong dengan kelelawar yang dikendalikan lawan (yang pada dasarnya mengikuti bola naik dan turun) dan penembak yang tak terhitung jumlahnya dalam cetakan Space Invaders. Tetapi Pac-Man memiliki karakter musuh yang pasti yang tampaknya berkonspirasi melawan Anda, berpindah-pindah tingkat seperti yang Anda lakukan, dan membuat hidup jadi sulit.

Pac-Man mengandalkan teknik AI yang sangat sederhana: mesin negara. Masing-masing 
dari empat monster (kemudian disebut hantu setelah port berkedip bencana ke Atari 2600) 
sedang mengejar Anda atau melarikan diri. Untuk setiap negara bagian, mereka mengambil 
rute semi-acak di setiap persimpangan. Dalam mode pengejaran, masing-masing memiliki
peluang yang berbeda untuk mengejar pemain atau memilih arah acak. Dalam mode
run-away, mereka melarikan diri atau memilih arah acak. Semuanya sangat
sederhana dan sangat 1979.

Game AI tidak banyak berubah hingga pertengahan 1990-an. Sebagian besar karakter yang dikendalikan komputer sebelumnya untuk saat itu sekitar secanggih hantu Pac-Man. Ambil klasik seperti Golden Axe [SEGA Entertainment, Inc., 1987] delapan tahun kemudian. Musuh karakter berdiri diam (atau berjalan mundur dan maju jarak pendek) sampai pemain mendekat mereka, dimana mereka menjadi pemain. Golden Axe memiliki inovasi yang rapi dengan musuh yang akan bergegas melewati pemain dan kemudian beralih ke mode homing, menyerang dari belakang. Itu kecanggihan AI hanya langkah kecil dari Pac-Man.

Pada pertengahan 1990-an AI mulai menjadi titik penjualan untuk game. Game seperti Beneath a Steel Sky
[Revolution Software Ltd., 1994] bahkan menyebut AI di bagian belakang kotak.
Sayangnya, ini sistem AI "Teater Virtual" yang banyak digemari hanya
memungkinkan karakter berjalan mundur dan maju melalui permainan — bukan
kemajuan yang nyata.  

Karakteristik Artificial Intelligence


       Secara garis besar karakteristik Artificial Intelligence yang digambarkan dalam novel Origin dan dunia nyata adalah:
  1. Mempermudah pekerjaan manusia.
  2. Kecerdasan buatan dapat menyerupai manusia, contohnya Winston yang dapat berkomunikasi layaknya manusia biasa.
  3. Bersifat konsisten dan teliti, karena kecerdasan buatan tidak akan pernah menurun kecerdasannya.
  4. Dapat diperbaiki dan dibuat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan.
  5. Kecerdasan terbatas pada program yang diberikan, tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam program.
  6. Kecerdasan buatan mengikuti program yang dibuat, contohnya Winston yang menghapus programnya setelah misi dilakukan.
Jenis-Jenis Artificial Intelligence


      Artificial Intelligence banyak pengelompokkannya.
 Pengelompokkan AI adalah sebagai berikut:
  1. Expert System, yaitu komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer meniru kemampuan pakar untuk menyelesaikan masalah.
  2. Natural Language Processing, yaitu komputer di program agar manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari seperti Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan lainnya.
  3. Speech Recognition, yaitu manusia dapat berkomunikasi dengan komputer melalui suara.
  4. Robotic and Sensor System, yaitu diaplikasikan dalam bentuk robot dengan adanya sensor-sensor tertentu yang dipasangkan.
  5. Computer Vision, yaitu komputer dapat menginterpretasikan gambar atau objek-objek tertentu.
  6. Intelligent Computer-Aided Instruction, yaitu komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
  7. Game Playing, yaitu kecerdasan buatan dapat dimasukkan ke dalam sebuah permainan.
  8. Soft Computing, yaitu inovasi dalam membangun sistem cerdas yang mampu beradaptasi jika terjadi perubahan lingkungan dan mampu melakukan toleransi terhadap ketidaktepatan, kepastian dan kebenaran agar dapat diselesaikan dan dikendalikan dengan mudah sesuai dengan realita.
Contoh Penerapan Artificial Intelligence


       Penerapan dari Artificial Intelligence sangat banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, berikut beberapa contoh penerapannya:
  1. Penerapan Natural Language Processing pada sistem Google Translate dan Aplikasi Systran yang digunakan untuk menerjemahkan Bahasa.
  2. Penerapan Computer Vision untuk melakukan proses identifikasi dan analisa sehingga dapat mengidentifikasi wajah seperti face detection yang dilakukan oleh Facebook.
  3. Banyak robot yang menyerupai manusia. Contohnya robot tersebut dapat bergerak, dan melakukan beberapa perkerjaan manusia. Seperti Delco Electronics, mobil yang dapat mengemudikan sendiri yang menggunakan sensor agar dapat bertahan di jalan.
  4. Pada Game Playing biasanya diterapkan untuk merancang lawan kita (komputer) sehingga game menjadi lebih menarik karena membuat non-player (komputer) memiliki strategi yang cerdas untuk mengalahkan player.
  5. Program Deep Blue yang mengalahkan Garry Kasparov, pemain catur dunia.

Daftar Pustaka / Referensi / Source :

Sue Blackman. Beginning 3D Game Development with Unity 4. 2013. Technology In Acrion.

Roedavan, Rickman. Unity Game Engine Tutorial. 2018. Bandung : INFORMATIKA.

Seekers (2015) Pengertian Teknologi Game.[internet]. Tersedia di:
https://id.scribd.com/document/253844681/Pengertian-Teknologi-Game [diakses 18 maret 2019 pukul 23:12].


Elle van Campen (2015) Pengertian Teknologi Game.[internet]. Tersedia di :
https://gamedev.stackexchange.com/questions/103501/what-is-the-difference-between-games-technology-and-games-development [diakses 18 maret 2019 pukul 23:12].


Arifa Nida (2018) Sejarah Teknologi Game.[internet]. Tersedia di :
https://www.klikmania.net/sejarah-dan-perkembangan-teknologi-game/ [diakses 18 maret 2019 pukul 23:55].

Indonesia, Cloud Hosting (2017) Mengenal Lebih Dekat Tentang Unity3D, Game Engine Pembuat Game 3D [internet] : https://idcloudhost.com/mengenal-lebih-dekat-tentang-unity3d-game-engine-pembuat-game-3d/ [diakses 18 maret 2019].

Unity User Manual (2018) Scripting [internet] :
https://docs.unity3d.com/Manual/ScriptingSection.html [diakses tanggal 19-3-2019 pukul 7:02]

Caroline Jarrett and Gerry Gaffney, scenario. [internet]. Tersedia di :
https://infodesign.com.au/usabilityresources/scenarios/ [diakses tanggal 19-3-2019 pukul 7:05]

Widia (2018) MEMAHAMI ARTIFICIAL INTELLIGENCE LEBIH DALAM. [internet]. Tersedia di :